Daily Archives: November 15, 2011

Oleh: Anita Ferawati – K4408016 – Pend. Sejarah

Praktek mengajar sejarah di sekolah SMA N 2 Boyolali ada lima orang yaitu Anita Ferawati, Oktavi Rizky Cahyaningrum, Shelia Windya Sari, Pambudi dan Wahyu Tri Haryatnto. Hari pertama kami masuk sekolah adalh untuk mengenal lingkungan sekolah. Pada tanggal 17 September 2011, diadakan penyerahan mahasiswa ke sekolah mitra. Setelah penyerahan selesai, kami bekenalan dengan guru pamong sejarah yaitu bapak Sawiji. Perkenalan yang singkat itu sangat mengena karena bapak pamong kami menyenangkan, mudah untuk diajak berdiskusi dan sudah menganggap kami sebagai bagiab dari sekolah. Selanjutnya tanggal 12 September 2011 kami mengikuti upacara pengibaran bendera. Setelah itu kami diberi arahan oleh bapak munzayin selaku bapak koordinasi guru pamong. Pak munzayin ini guru yang menyenangkan dan terbuka kepada mahasiswa tentang info-info yang dibutuhkan.

Hari berikutnya, kami melakukan observasi bersama. Katika itu Pak Sawiji mengajar kelas XII IPS 2, anak-anak nya menyenangkan dan bisa mengikuti pelajaran. Meraka juga aktif saat pelajaran berlangsung. Pak Sawiji mengenalkan kami kepada anak-anak namun tidak secara detail. Anak-anak kelas XII IPS 2 ini menyambut kami dengan senyuman. Setelah pelajaran berakhir, kami berbincang-bincang sebentar. Pada jam berikutnya setelah jam istirahat selesai kami observasi di kelas X5. Kali ini kami menemui anak didik yang baru saja masuk sekolah SMA. Namun sambutan mereka pun juga diwarnai senyuman. Kelas ini juga menyenangkan, anak-anaknya bersikap aktif, tidak begitu ramai saat pelajaran berlangsung. Dalam kelas ini kami tidak berkenalan karena perkenalan akan dilakukan saat kami akan mengajar. Jadi mengajar sekalian perkenalan. Setelah jam pelajaran selesai, kami bercerita sedikit kepada Pak Sawiji. Jam 12 siang kami akhirnya selesai observasi dan bersiap untuk pulang. Di sekolah ini kami pulang jam 12 siang karena setelah itu kami ada jam kuliah di Surakarta.

Pada tanggal 16 September 2011 kami melakukan observasi di kelas XII IPS 3. Di dalam kelas cukup gaduh karena keadaan anak-anaknya memang kurang memperhatikan penjelasan guru. Namun, itu dapat diatasi oleh pak guru. Selama dua hari setelahnya kami hanya melakukan observasi saja. Kemudian tanggal 20 September, saya mengajar di kelas X5 dengan materi langkah penelitian sejarah. Perkenalan dengan siswa-siswi mengesankan dan mereka cukup antusias untuk memulai pelajaran.

Perkenalan kami dengan warga sekolah dan teman-teman praktek sangat mengesankan karena kami memiliki pengalaman baru. Teman-teman PPL memiliki kesibukan sendiri-sendiri namun masih bisa bercanda di saat-saat istirahat. Di dalam basr camp maupun di kelas suasananya menyenangkan.

Piket PPL dibentuk dan dilakukan oleh seluruh anggota. Saya mendapatkan piket hari jumat. Petugas piket mempunyai tugas untuk mengabsen siswa yang tidak hadir. Setiap piket dikejakan pada jam pelajaran ke tiga. Ketika tidak ada jadwal piket atau tidak ada jadwal mengajar, saya menemani teman saya mengajar di kelas yang mereka ampu. Saya mendapat jadwal mengajar pada hari selasa dan rabu di kelas X5 dan X3. Anak-anak yang saya ajar sangat antusias meskipun diselingi dengan canda tawa.

Pada tanggal 4 Oktober, sekolah mengadakan lomba kebersihan. Lomba ini diadakan karena pada waktu itu para guru sedang studi banding dan agar sekolah tidak libur maka diadakan lomba. Lomba ini didampingi oleh mahasiswa PPL dan dikoordinasi oleh setiap ketua kelas. Lomba ini diadaka dari tanggal 4 sampai 6 OKtober 2011. Semua kelas malkukan bersih-bersih dan kami pun membantu para siswa. Ada yang langsung dibersihkan lantainya, ada yang langsung di cat, dan ada yang menggunting kertasa untuk penghias kelas. Saya mengampu kelas X11 IPS 1, tetapi karena sesuatu saya kembali ke basecamp dan kelas didampingi oleh teman saya, Maya dari Pendidikan Sos-Ant.

Kegiatan belajar mengajar berjalan kembali pada tanggal 7 November 2011. Saat itu saya menemani teman mengajar. Kemudian tanggal 11 November saya mengajar di kelas X5. Mengajar di kelas ini sangat menyenangkan karena sudah kenal satu sama lain meskipun masih ada yang bermain-main saat pelajaran. Di kelas ini juga sudah ulangan harian yang pertama dan nilainya cukup baik namun tetap ada yang remidi.

Oleh: Fitri Mahdawati – X2210014 – Pend. Bahasa Inggris

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar…gema takbir terus membahana mengisi semesta raya. Semua bertasbih memuji Nya. Hari raya idul adha atau lebih terkenalnya dengan hari berkurban telah tiba. Kami mahasiswa PPL UNS turut serta datang ke SMA N 2 Boyolali untuk mengikuti sholat idul adha. Sholat ied ini diimami oleh bapak Waryadi Sugito, guru bahasa Inggris disini. Di khutbah beliau menyampaikan tentang ujian, bahwa ujian ada dua. Ujian yang enak manusia sering tidak sadar kalau sebenarnya mereka sedang diuji, namun jika ujian yang tidak enak berupa musibah baru manusia sadar bahwa mereka sedang diuji. Serta manusia harus senantiasa meluruskan niat untuk terus melakukan yang terbaik. Setelah sholat ied, penyembelihan hewan kurban pun dimulai. Satu sapi melayang sudah nyawanya karena telah di sembelih oleh bapak yang biasanya menyembelih hewan, serta dibantu kawan PPL dan beberapa guru menyaksikan dari dekat. Dari kejauhan saya menyaksikan peristiwa itu, ini adalah yang pertama saya melihat sapi disembelih secara langsung. Alhamdulillah diberi keberanian, jadi tidak takut untuk melihatnya, setelah itu kambing pun disembelih, tapi pada saat belum disembelih kambingnya takut, seraya berkata ‘embek,,embekk..’ begitu karena sudahmelihat darah sapi yang masih terlihat jelas disampingnya. Tapi it’s ok, kan masuk syurga kambing dan sapinya insyaAllah. Nah acara selanjutnya adalah potong-potong hewan kurban. Nah ini pengalaman pertama saya memotong-motong dagig kurban, he.. saya dibantu mega anak pendidikan geografi. Wah seru juga, ada guru pamongku yang sangat aktif memotong sapi, bu Perwito, hore lanjutkan bu, serta ada pak Shodiqin, pak Tejo,bapak kitaPak Munzayin,  Bu Endang dan masih banyak lagi yang kalau disebutkan keriting nanti tangan ini, he.. . Selanjutnya, lomba memasak siswa. Seru banget, semua siswa antusias mengikuti lomba ini. Saya dan kawan-kawan PPl menjadi dewan juri, capek sekali jaln puter-puter menilai mereka. Tapi asyik berasa jadi master chef sehari